Niat Sholat Subuh dan Artinya

Niat sholat subuh sebaiknya diucapkan di dalam hati agar lebih khusuk. Dalam mengerjakan ibadah, niat adalah hal penting yang harus diucapkan secara ikhlas.

Niat Sholat Subuh dan Tata Cara Pelaksanaannya Apakah Anda sedang mencari niat sholat subuh dan bagaimana tata cara pelaksanaannya yang benar? Jika iya, maka Anda dapat menyimak uraian berikut yang akan membagikan informasi tersebut. Dalam Islam, niat memang merupakan hal yang sangat penting dan wajib mengucapkannya sebelum mengerjakan ibadah. Termasuk dalam mengerjakan sholat subuh, setiap umat Muslim harus mengucapkan niatnya. Sholat subuh sendiri merupakan salah satu dari sholat lima waktu atau sholat fardhu atau sholat wajib. Sholat subuh adalah sholat wajib yang jumlah rakaatnya paling sedikit. Namun demikian, hal yang terpenting dalam Sholat adalah khusyu. Sebagaimana Firman Allah ta’ala:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu, orang-orang yang khusyu’ dalam sholat mereka” (Al Mu’minun : 1-2).

Jumlah rakaat sholat subuh hanya 2 rakaat, sementara sholat wajib lainnya adalah 4 rakaat dan sholat magrib 3 rakaat. Waktu sholat subuh adalah setelah terbitnya fajar sampai menjelang terbitnya matahari. Sholat subuh adalah sholat yang paling sering ditinggalkan oleh sebagian umat Muslim. Karena waktu pelaksanaannya tersebut sebagian umat Muslim sulit untuk bangun tidur. Akibatnya, sholat subuh menjadi sholat lima waktu yang paling sering ditinggalkan oleh sebagian umat Muslim. Walaupun hanya 2 rakaat, namun tidak jarang yang tidak mengerjakannya.

Dalam mengerjakan sholat subuh, niat adalah yang paling utama untuk diperhatikan. Tidak hanya untuk sholat subuh, untuk sholat lain atau bahkan ibadah lain niat sangatlah penting. Niat sholat subuh sendiri tidak berbeda jauh dengan niat sholat lima waktu lainnya.

Bacaan Niat Sholat Subuh dan Artinya

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

“ushalli fardhu shub’hi rak’ataini mustaqbilal kiblati adaa-an (imaaman/ma’muuman) lillahi ta’aala”.
Artinya:

“Saya niat sholat fardhu subuh 2 rakaat menghadap kiblat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta’ala”.

Sebelum mengerjakan sholat subuh, diwajibkan untuk mensucikan diri dengan berwudhu. Di dalam Islam, sebelum mengerjakan ibadah sholat memang diwajibkan untuk berwudhu. Menurut pandangan Imam Syafii, pada rakaat yang kedua pada sholat subuh disertai dengan doa qunut. Yaitu ketika setelah bangkit dari rukuk, barulah membaca doa qunut sembari menengadahkan tangan. Jika sudah selesai membaca doa qunut maka lanjutkan gerakan sholat sampai salam. Namun hal ini tidak menjadi kewajiban, apakah Anda ingin mengerjakannya atau tidak tergantung dari kepercayaan Anda. Namun doa qunut sendiri merupakan doa yang memiliki banyak keutamaan.

Tidak seperti sholat wajib lainnya, sholat subuh memang memiliki keutamaan sendiri. Jumlah rakaatnya lebih sedikit dan pada rakaat yang kedua disertai dengan doa qunut. Waktu pelaksanaan sholat subuh sebenarnya tidak terlalu panjang, namun lebih panjang dibandingkan waktu pelaksanaan sholat magrib. Ketika membaca niat sholat subuh, sebaiknya adalah di dalam hati. Beberapa ulama memang sangat menyarankan pengucapan niat adalah di dalam hati agar lebih khusuk. Namun akan lebih baik lagi jika dilafalkan di mulut dan juga di dalam hati agar lebih khusuk lagi. Nabi SAW bersabda.

عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:من صلى الصبح فهو في ذمة الله رواه مسلم.

Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang melakukan shalat shubuh, maka dia berada di dalam perlindungan Allah”. (HR Muslim)

ركعتا الفجر خير من الدنيا ومافيها رواه مسلم


Dua rakaat shalat Fajar (shubuh) nilainya lebih baik dari dunia dan segala isinya (HR Muslim)

Selain niat, waktu pelaksanaan sholat subuh juga menjadi hal yang penting diperhatikan. Disebutkan bahwa waktu pelaksanaan sholat subuh adalah ketika terbitnya fajar hingga mulai terbitnya matahari. Namun sebagian umat Muslim telat bangun dan akhirnya tidak dapat mengerjakan sholat subuh. Hal ini memang menjadi ujian sendiri bagi setiap umat Muslim, apakah dapat melawan hawa nafsu atau tidak. Mengantuk adalah godaan besar yang harus dilewati oleh setiap umat Muslim agar dapat mengerjakan sholat subuh. Orang-orang yang senantiasa mengerjakan sholat subuh tepat waktu tentu mereka adalah orang yang beruntung.

Sholat subuh sendiri merupakan salah satu sholat wajib atau sholat fardhu. Tentu berdosa balasannya bagi mereka yang meninggalkannya. Oleh karena itu jangan tinggalkan sholat subuh, jumlah rakaatnya sendiri hanya 2 rakaat. Bangun dan mengerjakan sholat subuh tepat waktu juga sangat baik bagi kesehatan. Pada saat itu udara masih sangat segar dan gerakan sholat dapat menjadi gerakan olahraga bagi tubuh. Bahkan ketika Anda masih mengantuk, Anda dapat kembali tidur setelah mengerjakan sholat subuh. Bagaimanapun, sholat subuh adalah sholat wajib yang berdosa jika Anda tinggalkan.

Dilain kesempatan Imam Nawawi telah menerangkan terkait Qunut Subuh dalam kitab Majmu’nya :

“Dalam Madzhab kita (madzhab Asy-Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam sholat Shubuh, baik karena ada mushibah maupun tidak. Inilah pendapat mayoritas ulama’ salaf”. (al-Majmu’, juz 1 : 504)

Untuk tata cara pelaksanaan sholat subuh sama seperti sholat-sholat fardhu lainnya. Hanya saja pada rakaat kedua, setelah bangkit dari rukuk disertai dengan doa qunut. Sholat subuh sangat baik jika dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun tidak masalah bagi kaum perempuan jika ingin mengerjakannya sendiri di rumah. Sementara kaum pria sendiri sangat dianjurkan mengerjakan sholat subuh atau sholat fardhu lain di masjid secara berjamaah. Dengan begitu pahala yang diperoleh lebih banyak, terlebih lagi dengan niat ikhlas. Demikian yang dapat disampaikan mengenai niat sholat subuh dan cara pelaksanaan sholat subuh.

0 Response to "Niat Sholat Subuh dan Artinya"

Post a Comment