Macam Macam Sihir Menurut Ibnu Abdillah Ar-Razy


Macam Macam Sihir Menurut Ibnu Abdillah Ar-Razy - Dimanapun dibelahan dunia, sebenarnya dalam hati setiap orang ada rasa percaya bahwa ada sesuatu yang tidak bisa di nalar dengan akal atau Khoriqul adah (diluar kebiasaan yang ada), baik ia beriman atau tidak beriman kepada adanya Dzat yang kuasa ada.

Adapun macam-macam Khoriqul Adah menurut Ahli Sunnah itu ada 3 Macam, Antara lain sebagai berikut.
  1. Mu'jizat, Mu'jizat ini khusus bagi para nabi sebagai bukti atas kenabian sebagai penakluk/melemahkan pada penentangynya dengan tanpa diusahakan dan tanpa belajar.
  2. Karomah, Karomah ini terjadi pada orang yag betul-betul mengikuti sunah nabi dan memperoleh Karomah tersenut tanpa melalui proses belajar dan tanpa melakukan amalan khusus.
  3. Sihir, Sihir ini adalah sesuatu yang luar biasa kebiasaan, tapi orang bisa mempunyai ilmu Sihir itu harus melalui proses belajar dan melakukan sesuatu sebab.
Penjelasan Macam Macam Sihir Menurut Ibnu Abdillah Ar-Razy itu terbagi dalam 8 Bagian, yaitu:

1. Sihir Orang-Orang Kildan dan Kisydan. Mereka adalah Para renyembah Tujuh Bintang.

Mereka meyakini bahwa ketujuh bintang itulah yang mengatur dan mengendalikan alam ini. Menurut mereka, bintang-bintang itu yang membawa kebaikan dan keburukan. Itulah orang-orang yang kepada mereka diutus Nabi Ibrahim Alaihis Salam

2. Sihir Orang-Orang yang suka Berilusi dan Mempunyai jiwa yang kuat.

Mereka berpendapat bahwa wahm (ilusi) itu mempunyai pengaruh, yaitu bahwa manusia dapat berjalan diatas titian yang diletakkan diatas permukaan tanah, tetapi dia tidak bisa berjalan diatasnya jika dibentangkan diatas sungai atau semisalnya. Abu Abdillah Ar-Razi juga mengemukakan bahwa sebagaimana para dokter telah sepakat untuk melarang orang yang suka mimisan (mengeluarkan darah dari hidung) melihat objek yang berwarna merah dan orang yang kesurupan untuk melihat berbagai benda yang mempunyai kilatan sangat kuat untuk yang berputar-putar. Yang demikian itu tidak lain karena jiwa itu diciptakan untuk selalu taat kepada ilusi-ilusi.

3. Meminta bantuan kepada Para Arwah yang bersemayam di bumi, yaitu Bangsa Jin. Mereka ini terbagi menjadi dua bagian : Jin Mukmin dan Jin Kafir, dan mereka adalah Syaitan.

Selanjutnya, orang-orang yang memproduksi sesuatu dan orang-orang yang suka melakukan eksperimen telah menyaksikan bahwa berhubungan dengan ruh-ruh bumi ini berlangsung melalui amalan-amalan yang cukup mudah dan dengan mantra yang tidak banyak, memakai kepulan asap dan percobaan. Jenis ini disebut dengan jimat dan usaha melakukan penundukan.

4. Ilusi, Hipnotis dan Sulap

Dasar pijakan praktek ini adalah bahwa manusia sering kali melakukan kesalahan dan hanya terfokus pada suatu hal saja dan tidak pada yang lainnya. Tidakkah anda memperhatikan pesulap ulung yang memperlihatkan sesuatu yang bisa membuat para penontonnya tercengang serta menarik perhatian mata mereka kepadanya, sehingga apabila pandangan mereka sudah sibuk dan terfokus pada sesuatu itu, maka si pesulap tersebut akan melakukan hal lain dengan cepat, dan pada saat itu akan telihat oleh mereka sesuatu yang lain selain apa yang mereka tunggu-tunggu, sehingga mereka benar-benar sangat heran. Jika si pesulap itu diam dan tidak berbicara untuk mengalihkan pikiran kepada kebalikan dari apa yang ingin ia kerjakan, sedang jiwa dan ilusi terfokus kepada apa yang hendak dikeluarkannya, niscaya para penonton akan mengerti setiap apa yang dikerjakanya. Bahkan menurut sebahagian Mufassirin bahwa apa yang dilakukan para tukang sihir Fir'aun itu adalah salah satu dari bentuk sulap.

5. Berbagai tindakan menakjubkan yang muncul dari hasil penyusunan alat-alat secara seimbang dan sesuai dengan ilmu rancang bangun, misalnya seperti patung penunggang kuda yang memegang terompet yang setiap dapat satu jam, maka terompet itu akan berbunyi tanpa ada seorangpun yang menyentuhnya. Beliau juga mengungkapkan bahwa diantara penyusunan alat-alat ini adalah penyusunan otak jam. Pada hakikatnya, hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai sihir, karena ia memiliki sebab musabab yang pasti dan meyakinkan, orang yang benar-benar memperhatikan pasti akan mampu melakukannya juga.

6. Memakai bantuan dengan obat-obatan khusus, yakni apa yang terdapat dalam makanan-makanan dan minyak-minyak.

Beliau juga mengungkapkan: Ketahuilah, tidak ada alasan untuk mengingkari berbagai hal khusus tersebut karena sesungguhnya pengaruh magnet itu sudah sangat jelas.

7. Ketergantungan hati.

Dalam hal ini, tukang sihir mengaku bahwa dia mengetahui nama yang Maha Agung dan bahwasannya jin mentaati dan tunduk patuh kepada-Nya dalam banyak hal. Jika orang yang mendengar itu mempunyai kemampuan akal yang lemah dan mempunyai insting pembeda yang minim, maka dia akan meyakini bahwa yang demikian itu benar, lalu hatinya bergantung kepadanya sehingga muncul dalam dirinya kecemasan dan rasa takut. Dan jika muncul rasa takut, maka akan lemah pula berbagai kekuatan inderawinya. Pada saat itu, akan sangat mungkin bagi tukang sihir untuk mengerjakan apa yang dikehendakinya.

8. Usaha melakukan pergunjingan dan dengan macam-macam cara terselubung yang nyaris tidak terlihat. Dan hal ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat.

Dan Ibnu Katsir mengatakan: Ar-Razi telah memasukkan Macam Macam Sihir dari berbagai hal yang telah disebutkan berkenaan dengan seni sihir karena terlalu halus untuk dilihat oleh padangan mata, sebab menurut bahasa, sihir berarti sesuatu yang halus dan sebabnya sangat tersembunyi”. (Tafsir Ibnu Katsir. juz 1. hal. 368-371).

0 Response to "Macam Macam Sihir Menurut Ibnu Abdillah Ar-Razy"

Post a Comment